Pariwisata Kuliner Keluarga Artikel Pilihan

Ini Alasan Kenapa Sate Padang Lebih Digemari

Sate Padang/net
Ditulis oleh Ozzi Amedio

Berbicara soal makanan tak ada habisnya. Apalagi menu makanan di Tanah Air begitu banyak pilihan. Dari makanan ringan sampai ke makanan berat (nasi putih), sebagai orang timur khususnya Asia makanan pokok mereka adalah nasi.

Indonesia yang kaya akan kuliner, banyak ragam makanan yang bisa dicicipi. Salah satunya Sate. Makanan yang terbuat dari daging sapi atau kambing ini, sudah bervariasi diolah oleh para ahli kuliner.

Baik itu diolah dengan bumbu kacang, maupun dengan bahan lainya yang menggunakan santan atau parutan kelapa. Sebut saja jenis sate yang kita ketahui di Tanah Air ini yaitu sate madura, sate ayam, sate kambing, sate padang, sate kelinci, belum lagi sate-sate yang dijual para pendagang bubur ayam untuk sarapan seperti sate telor puyuh, sate usus, sate hati ampela, dan seabrek sate lainnya khas masing-masing daerah di Indonesia.

“Saya salah satu penggemar makan sate”, ujar Hadi (30) asal Padang, Sumatera Barat. Sebagai orang Padang, Bapak satu anak ini mengaku lebih menyukai jenis sate Padang Pariaman. Dirinya menyebut bahwa Sate Padang asal Pariaman mempunyai khas sendiri dari warna kuah yang berwarna merah. Selain rasa yang pedas, biasanya sate Padang asal Pariaman memiliki khas lainya dari cita rasa panggang dagingnya yang lebih gurih disaat dicicip.

Oleh sebab itu, Kotak87.com mencoba merangkum alasan kenapa sate Padang begitu dinikmati atau digemari oleh pecinta kuliner.

Adapun alasan nya sebagai berikut:

Aroma
Sate Padang memiliki aroma yang benar-benar menggugah selera. Asal aroma wangi tersebut tidak hanya dari hasil daging sapi yang dipanggang diperapian, tapi juga dari kuah kental kuningnya yang sangat khas. Aroma yang berasal dari asap sate saat dibakar akan menarik siapapun yang melintas di dekat penjual untuk berhenti dan mencicipinya, atau minimal terbit air liur.

Bumbu
Sate padang memiliki bumbu khusus yang jarang diketahui orang umum. Makanya jika Anda sehabis hari raya kurban, tentu banyak yang nyate di rumahnya, pertanyaannya sate apakah yang Anda buat? Pasti bukan sate khas minang ini. Sebab, sate yang satu ini kaya bumbu, terutama dalam racikan kuahnya sehingga tidak semua orang bisa membuatnya. Hal inilah yang tidak dimiliki oleh sate-sate lain. Sate lain biasanya hanya mengandalkan pembakaran daging yang telah disate untuk kemudian dikasi sambal berupa kecap, cabe-cabe dan bawang yang sudah diiris.

Kuah
Kuah sate padang terdiri dari berbagai macam bumbu khas Sumatera Barat, sehingga aroma dan rasa yang dihasilkan sanggup membuat siapa saja yang mencobanya ketagihan. Rasanya hampir tidak ada orang yang tidak suka sate padang. Bahkan Presiden Obama beberapa tahun lalu saat berkunjung ke Indonesia teringat salah satu makanan yaitu sate padang, selain bakso dan nasi goreng yang diingatnya.

Kuah sate kental berwarna kuning oranye. Kuah ini akan ditaburi di atas tusukan-tusukan sate daging yang selesai dibakar disertai dengan bawang goreng yang nikmat.

Lontong ketupat
Sate padang selalu disertai dengan lontong ketupat yang dipotong-potong persegi. Jika Anda ingin tidak pakai ketupat bisa request langsung ke pedagangnya. Sate lain? Sate lain tidak ada yang menyajikan sate dengan ketupat. Sate-sate lain merupakan kebalikan dari sate padang. Jika Anda tidak ingin pakai ketupat, silahkan bilang ke penjual sate padang, tapi di sate lain, jika Anda ingin pakai ketupat barulah minta ke penjualnya.

Satu porsi sate padang bisa membuat perut kenyang karena lengkap dengan lontong yang terbuat dari beras pengganti nasi dan kuah kental nikmat yang bisa diseruput.

Keripik pedas dan kerupuk jangek (kulit)
Jika lontong ketupat telah habis, tusukan daging juga telah habis dimakan, namun kuahnya masih tersisa, cobalah campur kuah tersebut dengan keripik pedas balado yang biasanya dijual pedangang.

Penjual sate padang biasanya menyediakan keripik balado dan kerupuk jangek (kulit) bagi yang ingin menyantapnya bersama sate. Hal ini juga tidak terdapat di sate-sate lain, hanya ada di sate khas ranah minang.

Dialas daun pisang
Sate padang meski makan dipiring, selalu dialas dengan daun pisang. Coba perhatikan, lembar daun pisang yang sudah disangai (dihangatkan) diperapian untuk membunuh kumah-kuman merupakan satu kesatuan lengkap. Namun saat ini ada beberapa pedangan sate padang di kota-kota besar yang tidak menggunakan daun pisang sebagai alas melainkan langsung menyajikan sate di atas piring.

Tentang penulis

Ozzi Amedio

Tinggalkan Pesan